Sabtu, 02 Oktober 2021

Yin dan Yang ala Arsenal dan Persija

            “Agar tidak terjatuh, sepeda tetap harus kita kayuh”. Quote tersebut saya dapatkan ketika duduk di bangku SMP entah dari mana asalnya dan rasanya memang tepat. Keseimbangan ketika kita mengendarai kendaraan roda dua hanya akan tercipta jika kita terus berjalan. Dan itulah rasanya menjadi fans Arsenal dan Persija Jakarta secara bersamaan.

Yin dan Yang adalah sebuah konsep dalam filosofi Tionghoa yang biasanya digunakan untuk mendeskripsikan sifat yang berhubungan dan berlawanan di dunia ini. Singkatnya, Yang adalah cahaya yang digambarkan dengan warna putih, ia bergerak naik berpadu dengan kegelapan, yaitu Yin. Yin digambarkan dengan warna hitam dan bergerak turun. Yin dan Yang adalah kekuatan yang berlawanan, tergantung aliran dari siklus alami. Mereka selalu mencari keseimbangan meskipun bertentangan. Penggambaran Yin dan Yang sangat tepat sebagai pengejawantahan dari mendukung Arsenal dan Persija Jakarta secara bersamaan. Ketika Arsenal sedang terpuruk-puruknya, di saat itulah Persija Jakarta menjadi pelipur lara atas ketidakjelasan Arsenal. Pun sebaliknya, ketika Persija bermain sangat busuk, Arsenal hadir bak oase di padang yang tandus.

Terus terang saya heran. Mengapa saya bisa jatuh cinta kepada dua tim ini yang sepertinya tidak pernah akur dalam hal memberikan kebahagiaan. Akhir pekan sejatinya adalah waktu yang tepat untuk beristirahat. Namun apa daya, terkadang salah satu dari mereka membuat saya tidak sehat. Senam jantung selama 90 menit, kesabaran yang terus dilatih, serta keikhlasan yang harus diperlihatkan bilamana saat peluit panjang dibunyikan mereka mendapatkan hasil yang minor. Seperti Yin dan Yang, Arsenal dan Persija selalu mencari keseimbangan meskipun hasil yang didapat oleh kedua tim ini seringkali bertentangan. Saat Arsenal menang, tau-tau Persija kalah. Giliran Persija menang, eh Arsenal-nya dibantai. Saya hampir lupa bahkan, kapan terakhir kali saya merayakan akhir pekan dengan suka cita yang benar-benar indah.

Ya begitulah suka duka menjadi fans Arsenal dan Persija Jakarta secara bersamaan. Mungkin memang ini maksud lagu Pegang Tanganku yang dipopulerkan oleh band asal Pulau Dewata, Nosstress; “Jika senang jangan terlalu, jika sedih jangan terlalu”, cukup biasa-biasa saja, tetap terbang namun di bawah radar, toh kembali ke kalimat awal. Apapun yang dirasakan, yang perlu dilakukan cuma nikmati, lalu berjalan lagi supaya tidak terjatuh. Namun biar bagaimanapun, rasanya saya tetap harus mengucapkan terima kasih kepada kedua tim ini. Sebab merekalah yang senantiasa menyelamatkan akhir pekan saya. Di saat tidak tau lagi harus berbuat apa di kota yang hampa ini, Arsenal dan Persija jelas menghidupkan sisi emosional di jiwa saya, Arsenal dan Persija adalah bentuk kehidupan yang benar-benar nyata, entah bicara mengenai pekerjaan, keluarga, cinta, ataupun cita-cita, sejatinya hidup memang harus seimbang.